Solusi Cerdas Mengatasi Android Lemot dan Tips Ampuh Mempercepat Android

Dari tahun ke tahun, khususnya pada tahun 2016 ini, jumlah orang yang memiliki ponsel sangatlah banyak. Hampir 97,89% orang memiliki ponsel, dan mayoritas menggunakan OS Android.

Banyak sekali orang yang mengeluh karena ponsel android kesayangan mereka menjadi lemot alias lamban. Apalagi ketika ponsel tersebut sedang dibutuhkan, pasti rasanya sangat jengkel kan?

Kenapa bisa begitu? Penyebab ponsel menjadi lemot ada banyak, berikut ini yang saya tau:

  • Memori Internal Penuh.
  • Terlalu banyak widget.
  • Terlalu banyak menginstall aplikasi.
  • RAM yang minim.
  • Versi firmware yang tidak up-to-date.
  • Spesifikasi ponsel yang rendah (Low-end).
  • Memori Eksternal (micro SD) memiliki class yang rendah.
  • Terlalu banyak aplikasi yang berjalan di belakang layar.

Lantas bagaimana cara yang ampuh dalam mengatasi ponsel android yang lemot banget?

Berikut ini adalah beberapa tips dari saya dalam mengembalikan performa ponsel android menjadi lebih cepat.

Cara ini berdasarkan pengalaman saya dan sudah saya praktikkan, jadi jangan khawatir, saya bisa menjamin tips dibawah ini bisa berguna untuk mengoptimalkan kecepatan ponsel android kamu.

1. Jangan Biarkan Memori Internal Penuh

Kamu suka mengoleksi banyak file? Gambar? Video? Game? Aplikasi? Sebaiknya kamu tidak perlu menyimpan semua itu di memori internal.

Memori internal yang penuh bisa menyebabkan kerja sistem menjadi berat dan akhirnya membuat ponsel kamu lemot, atau bahkan bisa hang.

Kecuali kalau memori internal kamu punya kapasitas yang wah, 16 GB, 32 GB, menurut saya tidak masalah kalau kamu menyimpan semua file itu di internal.

Tapi ada satu hal yang harus kamu ingat..

Sisakan beberapa GB sebagai ruang kosong di memori internal kamu. Kalau saya pribadi, dengan ponsel Leovo A6000+, saya menyisakan ruang kosong sebanyak 1 GB dari total kapasitas 16 GB yang ada di internal.

Atau jika memori internal kamu tergolong kecil, solusinya gunakan memori eksternal (micro SD) untuk menyimpan semua file/aplikasi.

Pastikan hanya file/aplikasi yang penting saja yang kamu simpan di internal, sisanya simpan di eksternal.

Bagaimana jika ponsel android nya tidak bisa memindahkan aplikasi ke micro SD? Solusinya kamu bisa melakukan root dan melakukan cara ini agar kamu bisa memindahkannya ke micro SD.

2. Hapus Cache

Sederhananya, cache adalah file sementara pada ponsel kamu. Biasanya saat kamu browsing, maka cache akan terus bertambah seiring semakin banyak halaman web yang kamu buka.

Bermain game, membuka aplikasi, juga dapat menambah besarnya cache dalam ponsel kamu. Tentu saja cache akan mengambil space dalam memori kamu, sesuai jumlahnya, lihat screenshot dibawah ini.

 

Cache Aplikasi Chrome

Gambar diatas adalah screenshot jumlah cache pada aplikasi chrome browser pada ponsel saya. Cara menghapus cache pun sangat mudah.

Kamu hanya perlu menghapus cache dengan memilih “Clear Cache“. Setelah itu cache pada aplikasi tersebut akan terhapus.

Tapi bagaimana bila kamu memiliki banyak aplikasi yang masing-masing menyimpan banyak cache?

Solusinya kamu bisa menggunakan aplikasi CCleaner dari Piriform.

Saya pribadi lebih memilih aplikasi tersebut untuk membersihkan cache dan mengoptimalkan kinerja ponsel. Kenapa? Karena penggunaannya sangat simpel dan tidak ada iklan.

Berikut adalah cara membersihkan cache di ponsel android menggunakan aplikasi CCleaner.

Pertama unduh aplikasinya di Google Play Store.

Kedua, buka aplikasinya. Tampilannya akan seperti ini:

CCleaner Home

 

 

Langsung saja tap “ANALYZE” untuk menganalisa seberapa besar cache yang bisa kamu hapus.

Ketiga, tunggu beberapa saat sampai proses analisanya selesai. Hasilnya akan seperti ini.

Hapus Cache

 

Langsung saja tap “CLEAN” untuk menghapusnya.

Perlu kamu ketahui, aplikasi CCleaner ini tidak hanya untuk menghapus cache pada aplikasi saja, tetapi cache pada thumbnail, cache Google Maps, call logs, folder kosong, clipboard, dan history browser.

3. Hapus Aplikasi Tak Berguna

Seperti yang sudah saya bahas tadi, terlalu banyak aplikasi bisa membuat ponsel kamu menjadi lemot, yang paling parah bisa menyebabkan ponsel kamu tidak kuat dan terjadi hang bahkan bootloop.

Solusinya, hapus aplikasi yang menurut mu tidak penting dan tidak kamu gunakan. Hal ini sangat dianjurkan karena bisa memperluas ruang memori di ponsel kamu.

Atau jika kamu tidak ingin menghapusnya, kamu bisa memindahkannya ke memori eksternal.

Saya sarankan untuk menginstall aplikasi yang penting-penting saja. Jangan menginstall aplikasi yang berbeda tapi fungsinya sama.

Misalnya, kamu menginstall aplikasi Clean Master dan CLEAN it. Dua aplikasi itu memiliki fungsi yang sama, yaitu sama-sama berfungsi untuk meningkatkan kinerja ponsel.

Maka dari itu, pilih salah satunya saja. Misalnya Clean Master. Jangan berpikir kalau semakin banyak aplikasi seperti ini, semakin cepat pula kinerja ponsel kamu, ini pemikiran yang salah.

Justru semakin banyak aplikasi yang terinstall, semakin berat pula kinerja ponsel kamu. Sama halnya dengan aplikasi antivirus, semakin banyak antivirus yang terinstall, bukan berarti semakin bagus.

Malahan bisa mengakibatkan ponsel kamu tambah lemot, karena seperti yang saya tau, aplikasi antivirus itu bekerja secara terus menerus di background, ini menyebabkan penggunaan RAM akan semakin besar dan akan memberatkan kinerja sistem.

Solusinya pilih salah satu saja, toh fungsinya sama. Begitu juga dengan aplikasi yang lain, lakukan hal yang sama.

4. Tutup Aplikasi Yang Tidak Digunakan

Jangan buka terlalu banyak aplikasi di waktu yang sama. Hal ini bisa memberatkan kinerja RAM, dan bisa menyebabkan ponsel android menjadi lemot, lag, bahkan dalam kasus tertentu bisa menyebabkan hang.

Solusinya tutup aplikasi yang sedang tidak digunakan. Dan buka aplikasi satu per satu saja. Gunakan aplikasi sejenis task killer untuk menutup aplikasi yang berjalan. Atau kamu bisa menutupnya secara manual dengan masuk ke menu Settings / Setelan » Apps / Aplikasi » Pilih Aplikasi (Misalnya Messenger) lalu tap Force Stop. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini.

Force Close

Jika ponsel kamu memiliki spesifikasi yang tinggi (biasanya RAM 2 GB keatas), menurut saya membuka sampai 8 aplikasi secara bersamaan tidaklah bermasalah.

5. Jangan Gunakan Banyak Widget

Banyak pengguna android yang suka menggunakan widget secara berlebihan pada ponsel mereka, contohnya penggunaan Live Wallpaper.

Entah itu untuk memperindah, menghiasi atau sekedar untuk pamer pada teman, penggunaan widget yang berlebihan seharusnya kamu hindari agar ponsel tidak lag dan lambat.

Apalagi jika versi android dan kapasitas RAM mu minim, bisa-bisa ponsel mu bootloop, hang, atau yang paling parah bisa tewas (matot).

Pakailah widget yang penting-penting saja, dan juga hindari penggunaan Live Wallpaper. Sebagai alternatif, kamu bisa menggunakan Wallpaper biasa sebagai pengganti Live Wallpaper ini.

6. Jangan Update Aplikasi

Bagi sebagian orang mungkin berpikir ini salah. Update aplikasi ke versi terbaru kok nggak boleh?

Eits,, jangan salah paham dulu, baca sampai selesai..

Maksud saya, jangan update aplikasi jika dirasa aplikasi tersebut TIDAK DIBUTUHKAN. Jadi hanya update aplikasi yang benar-benar kamu butuhkan saja.

Selain menghemat kuota, hal ini juga akan menghemat memori internal. Lho kok bisa?

Begini,,

Ukuran file aplikasi versi lama dan versi baru itu berbeda. Tentunya hal ini disebabkan ada peningkatan ukuran pada aplikasi tersebut. Coba lihat perbandingan di gambar ini.

Compare

Sumber Gambar: jeannettechapman

Sekarang sudah tau perbandingannya kan? Itu membuat space internal memori semakin terkikis sedikit demi sedikit dan mengakibatkan lambatnya performa ponsel android mu.

Agar lebih yakin, coba lihat beberapa review pada salah satu aplikasi populer yang ada di PlayStore.

Bad Review

Bad Review

Ternyata banyak sekali pengguna android yang kecewa setelah update aplikasi. Itu adalah baru 1 aplikasi saja. Masih banyak aplikasi diluar sana yang mempunyai masalah serupa.

Tapi tidak semua aplikasi yang melakukan update terus itu jelek. Justru dengan update, bug dan kelemahan di versi sebelumnya akan diperbaiki pada versi yang terbaru.

Tapi ada hal yang harus kamu ingat. Selalu update aplikasi yang dirasa penting saja. Titik!

7. Ganti SD Card

Apakah kamu menggunakan micro SD yang class nya rendah? Bisa jadi itu menyebabkan kecepatan proses menjadi lamban.

Jika kamu mempunyai budget lebih, sebaiknya beli saja SD Card yang memiliki class 10. Kenapa? Karena micro SD class 10 sudah terbukti memiliki kecepatan transfer file dan akses sangat tinggi. Harganya pun sangat beragam, tergantung merek SD Card tersebut.

8. Auto Brightness dan Auto Rotate

Auto Brightness adalah fitur yang berfungsi untuk menyesuaikan intensitas cahaya pada layar hp android kamu. Lebih baik fitur ini dimatikan saja.

Saya menyarankan untuk mengatur brightness / kecerahan layar secara manual saja. Caranya masuk ke menu “Setelan / Settings » Tampilan / Display » Kecerahan / Brightness“.

Sama halnya dengan fitur auto rotate. Jika memang tidak diperlukan, sebaiknya dimatikan saja. Karena hanya akan menambah beban pada kinerja ponsel.

9. Matikan Auto Update

Non-aktifkan fitur auto update aplikasi pada ponsel android mu bisa mempercepat kinerja hp android. Bagaimana bisa??

Karena jika kita menghidupkan fitur auto update, maka setiap aplikasi yang memiliki update versi terbaru secara otomatis akan memakan kuota internet kamu untuk mendownload update. Selain itu, fitur auto update akan bekerja secara berkala untuk mengecek ketersediaan update pada sebuah aplikasi.

Cara menon-aktifkannya cukup mudah. Masuk ke aplikasi PlayStore, tap icon menu.

Menu PlayStore

Selanjutnya pilih “Setelan / Settings“. Lihat gambar dibawah ini.

Setelan PlayStore

Kemudian perhatikan pada bagian yang saya tandai lingkaran merah seperti gambar dibawah ini. Tap dan pilih “Jangan perbarui aplikasi secara otomatis“.

Matikan Auto Update

Selesai. Sekarang ponsel android mu tidak akan memperbarui setiap aplikasi secara otomatis. Sebagai gantinya, kamu bisa memperbaruinya secara manual.

10. Upgrade Firmware

Melakukan update firmware pada smartphone android mu juga bisa menjadi solusi dalam mengatasi android yang lelet. Upgrade lah ke firmware versi terbaru jika tersedia.

Karena setiap vendor smartphone android itu berbeda-beda, maka setiap tipe ponselnya pun mendapat jatah upgrade yang berbeda pula.

Contohnya seperti Lenovo A6000+ milik saya, mendapatkan update firmware dari KitKat ke Lollipop. Ukuran datanya pun lumayan besar, 1 GB lebih.

Secara umum, kamu bisa mengecek update firmware di menu Setting » About Phone » System Update. Jika updatenya tersedia, jangan lupa untuk menyiapkan kuota data dan koneksi yang kuat agar saat mengunduh tidak putus di tengah jalan. Atau bisa gunakan Wi-Fi jika perlu.

Nah, demikian beberapa tips dan saran dari saya mengenai solusi ponsel android yang lelet dan lamban. Cara ini berdasarkan pengalaman saya pribadi dan orang-orang yang saya temui di beberapa grup facebook.

Kamu Harus Tau:

15 Cara dan 7 Tips Ampuh Yang Akan Menghemat Baterai HP Android Hingga 2 Hari

Saya dan mereka sudah mempraktikkan tips diatas, dan memang terbukti mampu mengurangi kelemotan dan mempercepat kinerja smartphone android.

Sekarang giliran kamu. Hanya ingin membaca artikel doang dan membiarkan ponsel mu semakin lemot atau langsung action?

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat, beritahu keberadaan artikel ini ke teman atau orang lain jika mempunyai masalah yang sama.

Mungkin Anda juga menyukai

6 Respon

  1. ashumz berkata:

    cache emang ganggu gan

  2. Sinyo berkata:

    o.. pantesan, setiap gue update aplikasi hp makin leletnya minta ampun

  3. Kompucer berkata:

    Terimakasih gan untuk sarannya, untung saya nggak pernah nyalain auto update

  4. Dimas berkata:

    Okey gan boleh dicoba di hp asus saya. soalnya lemot banget kalo maen game.

  5. addeliya berkata:

    klo layar hp nyala trs nggak bisa mati penyebabnya apa ya..?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *