15 Cara + 7 Tips Ini Bisa Menghemat Baterai Android Yang Boros Hingga 60%

Smartphone android selalu identik dengan baterai yang boros. Walaupun tidak semua ponsel android memiliki daya tahan baterai yang boros, tapi ada saja ponsel yang daya baterainya hanya mampu bertahan dalam beberapa jam saja.

Sehingga kamu harus melakukan charge berulang-ulang setiap hari. Tentunya hal ini sangat menjengkelkan ya? Apalagi jika kamu orangnya jauh dari sumber listrik.

Jika hal ini terjadi pada ponsel kamu, maka kamu telah berada di blog yang tepat. Saya akan membahas mengenai beberapa macam cara yang bisa langsung kamu terapkan untuk menghemat baterai.

Sebelum melakukan cara penghematan baterai, alangkah baiknya kamu harus mengetahui penyebab kenapa baterai pada ponsel android mu bisa menjadi boros dan gampang lowbat.

Beberapa penyebab yang umum terjadi adalah:

  • Spesifikasi hardware yang pas-pasan.
  • Terlalu banyak aplikasi yang berjalan, yang bahkan bisa membuat hp android menjadi lemot.
  • Kecerahan layar terlalu tinggi.
  • Terlalu banyak aplikasi yang mengirimkan notifikasi (pemberitahuan).
  • Sering membuka banyak aplikasi secara bersamaan.
  • Umur ponsel yang sudah lanjut usia.
  • Terlalu banyak widget.
  • Selalu menggunakan Live Wallpaper.
  • Wi-Fi, Data, Sync, GPS, NFC dan Bloetooth yang aktif saat tidak dibutuhkan.
  • Kondisi sinyal lemah dan kritis.
  • Telat charge ponsel.
  • OS Android yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi ponsel.
  • Bermain game terus menerus tanpa henti.
  • Kerusakan fisik pada baterai.

Sebenarnya masih banyak hal yang menyebabkan daya tahan baterai android menjadi tidak tahan lama, tapi beberapa hal diatas adalah yang paling banyak dan paling umum terjadi.

Setelah mengetahui penyebabnya, dibawah ini saya sudah membeberkan tips dan solusi dalam mengatasi baterai ponsel android yang boros.

Solusi Mengatasi Baterai Boros Pada HP Android

1. Hindari Penggunaan Live Wallpaper

Kamu tau gambar yang bergerak-gerak layaknya animasi yang ada pada background hp android?

Ya, itu namanya Live Wallpaper.

Selain membuat ponsel android menjadi lemot (khusus smartphone low-end), penggunaan live wallpaper juga akan menguras daya tahan baterai android sehingga menyebabkan baterai menjadi boros dan gampang lowbat.

Solusi yang tepat untuk kasus ini adalah menggunakan wallpaper statis, alias wallpaper yang tidak bergerak.

“Wah, kalo gitu nanti background nya jadi tidak keren dong?”

Jangan salah gan, Live Wallpaper memang membuat ponsel kita menjadi lebih menarik, tetapi penggunaan daya nya sangat besar sampai-sampai bisa membuat baterai menjadi boros.

Jadi gunakan wallpaper biasa saja. Bahkan diluar sana ada banyak sekali penyedia wallpaper biasa yang gratis dan menarik kok, seperti PixabayZedge atau Mobile9. Jadi ini bisa menjadi alternatif pengganti live wallpaper.

2. Gunakan Wallpaper Hitam

Menggunakan wallpaper biasa ketimbang live wallpaper memang bisa menghemat baterai hampir 80%. Tapi ada tips lain lagi yang lebih ampuh.

Apa itu?

Penggunaan wallpaper yang bernuansa hitam atau gelap.

Hal ini berlaku jika, ponsel android mu memiliki layar AMOLED (Active-Matrix Organic Light-Emitting). Biasanya ponsel merk samsung banyak yang menggunakan layar AMOLED ini, tapi merk lain juga banyak yang menggunakan layar AMOLED.

Lalu kenapa wallpaper bernuansa hitam/gelap bisa lebih menghemat baterai jika dibandingkan dengan wallpaper berwarna cerah?

Alasannya?

Karena tipe layar AMOLED hanya akan menerangi bagian wallpaper yang berwarna saja. Layar ini akan menghasilkan cahaya jika ada aliran arus listrik, karena pembuatan layar AMOLED menggunakan bahan organik.

Berdasarkan diskusi pada forum XDA Developer, beberapa orang di sana sudah melakukan eksperimen terkait hal ini dan hasilnya, kita bisa menghemat daya tahan baterai sampai 6% per jam pada kecerahan layar sekitar 20%.

3. Matikan Fitur GPS

Fitur ini berguna dalam mengetahui lokasi dan bisa menunjukkan navigasi jika kamu sedang dalam perjalanan jauh. Jadi, jika kamu sedang tidak melakukan perjalanan, sebaiknya fitur GPS ini dimatikan saja.

Smartphone akan bekerja terus menerus untuk mencari sinyal satelit, dan tentunya setiap pergerakan akan dicatat oleh satelit secara otomatis menggunakan akses internet.

Oleh karena itu, matikan GPS jika kamu sedang berada di dalam rumah. Cara menonaktifkan GPS pun sangat mudah. Pergi ke menu “Settings / Setelan » Location / Lokasi“. Lalu nonaktifkan.

Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini.

Cara Matikan GPS di Android

Perlu kamu ketahui, jika kamu mematikan fitur GPS ini, maka beberapa aplikasi yang membutuhkan fitur Lokasi tidak akan berfungi semestinya. Hidupkan kembali fitur ini jika kamu ingin menggunakan aplikasi yang membutuhkan fitur GPS.

4. Atur Kecerahan Layar

Salah satu faktor terbesar yang menyebabkan baterai ponsel mu menjadi boros adalah tingkat kecerahan layar yang tinggi.

Lho, kenapa bisa begitu?

Karena untuk menerangi layar dengan kecerahan yang terang dibutuhkan daya baterai yang tinggi pula.

Untuk itu, aturlah tingkat kecerahan layar (brightness) ke titik terendah, tapi kamu masih bisa melihat layar dengan jelas.

Selain itu, jangan pula mengaktifkan fitur auto brightness. Karena fitur ini akan secara otomatis menyesuaikan tingkat kecerahan layar dengan keadaan sekitar.

Lebih baik mengatur kecerahan layar secara manual saja daripada mengaktifkan auto brightness.

Meredupkan kecerahan pada layar ponsel adalah solusi paling ampuh dalam menghemat baterai android. Cara mengaturnya pun sangat mudah.

Pergi ke menu “Settings / Setelan » Display / Tampilan » Brightness / Kecerahan“. Selanjutnya atur tingkat kecerahannya ke tingkat terendah tapi masih nyaman dilihat oleh mata.

Atau bisa lihat gambar dibawah ini.

Cara Mengatur Auto Brightness di Android

5. Nonaktifkan Fitur Sinkronisasi Otomatis

Mematikan fitur Auto Sync juga bisa menghemat baterai android kamu. Sebenarnya fitur Sync (Sinkronisasi) ini berguna untuk mendapatkan notifikasi terbaru dari sebuah aplikasi.

Lebih tepatnya, fitur ini mampu mengatur sebuah aplikasi agar bisa melakukan sinkronisasi dengan server aplikasi tertentu maupun server Google.

Aplikasi akan mendapatkan sinkronisasi data bila fitur ini diaktifkan. Sebaliknya, jika auto sync dimatikan maka aplikasi tidak akan menerima pemberitahuan dan sinkronisasi data, seperti email atau aplikasi sosial media.

Saran saya, matikan fitur auto sync pada aplikasi yang tidak kamu gunakan saja. Caranya pergi ke menu “Setelan / Settings » Accounts & Sync“. Lalu pilih akun mana yang akan dinonaktifkan fitur auyo sync nya.

Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini.

Cara Mematikan Auto Sync di Android

6. Nonaktifkan Getar dan Nada Tombol

Kamu salah besar jika berpikir bahwa getaran (vibrate) pada ponsel android itu tidak menguras daya tahan baterai. Justru fitur getar inilah yang menyebabkan baterai android cepat boros bila ponsel sangat sering bergetar.

Saya menyarankan agar menonaktifkan fitur getar tersebut, baik saat ada SMS atau panggilan masuk, atau ada notifikasi dari aplikasi tertentu seperti Email, BBM atau Facebook.

Jadi cukup gunakan nada dering saja, tanpa getar.

Cara menonaktifkan fitur ini pun sangat mudah. Pergi ke menu “Settings (Setelan) » Nada/Profil Audio“. Setelah itu jangan centang pada menu Getar dan Getar saat disentuh. Lihat gambar dibawah ini:

Cara Mematikan Auto Sync di Android

Dengan mematikan fitur getar, kamu bisa menghemat baterai android agar bisa bertahan lebih lama. Selain getar, kamu juga harus mematikan nada tombol.

Karena menurut pengalaman saya, mengaktifkan nada tombol bisa mengurangi daya baterai secara cepat. Bayangkan saja, setiap kamu mengetik 1 huruf / karakter, ponsel kamu berbunyi.

Atau setiap kamu menyentuh layar, ponsel kamu berbunyi.

Tentunya hal ini bisa membuat baterai kamu cepat habis. Berikut ini fitur yang harus dinokaktifkan terkait nada tombol:

  • Nada Sentuh dial pad
  • Suara sentuh
  • Suara kunci layar
  • Bergetar saat disentuh

Cara menonaktifkan fitur diatas masih sama dengan cara saat mematikan fitur getar. Tinggal gulir ke bawah, maka akan ketemu dengan settingan nya. Silahkan unchecked (tidak dicentang) pada bagian menu diatas.

Biar lebih jelas, lihat gambar dibawah ini.

Cara Nonaktifkan Nada Sentuh di Android

Catatan:
Setiap smartphone android memiliki tampilan/letak menu pengaturan yang berbeda-beda. Untuk gambar diatas, saya menggunakan ponsel Lenovo A6000+. Mungkin tampilan halaman pengaturannya akan terlihat berbeda jika menggunakan smartphone lain, tapi intinya tetap sama.

7. Atur Waktu Tidur Layar

Mengatur berapa lama waktu layar hidup saat tidak digunakan adalah hal yang patut diperhatikan untuk mencegah baterai cepat habis. Idealnya, waktu ketika layar android mati secara otomatis ketika tidak disentuh adalah 15 detik dan 30 detik.

Baterai ponsel kamu akan semakin berkurang seiring semakin lama layar tersebut menyala. Seperti yang sudah saya jelaskan di awal tadi.

“Layar adalah faktor terbesar yang membuat baterai hp android menjadi boros.”

Oleh karena itu, agar konsumsi daya baterai menjadi lebih hemat maka kamu perlu mengatur waktu tidur pada layar saat tidak digunakan.

Ini penting, jangan dianggap sepele.

Bayangkan saja, jika kamu mengatur waktu tidur layar selama 5 menit, maka daya baterai ponsel kamu 20x lebih boros ketimbang kamu mengatur waktu tidur selama 15 detik.

Cara mengaturnya pun sangat mudah. Pergi ke “Setelan / Settings » Tampilan / Display » Tidur / Sleep.

Kemudian atur berapa lama layar hidup saat tidak disentuh. Saya menyarankan untuk memilih yang 15 detik atau 30 detik saja.

Lihat gambar dibawah ini biar lebih jelas:

Cara Setting Waktu Tidur Layar Android

8. Matikan Data Internet, Gunakan Wi-Fi

Semua orang pasti tau, jika menghidupkan sambungan data internet akan membuat baterai cepat berkurang jika dibandingkan saat tidak mengaktifkannya.

Baterai akan cepat boros jika sinyal lemah, terlebih saat koneksi Data dihidupkan. Ponsel android kamu akan terus menerus berusaha mencari sinyal dan jaringan terbaik.

Saking gencarnya mencari sinyal, secara tak sadar daya baterai yang digunakan untuk mencari sinyal sangat banyak, sehingga baterai tidak akan bertahan lama.

Untuk itu, saya lebih menyarankan untuk menggunakan Wi-Fi saja. Dengan syarat jika kamu berada pada jangkauan jaringan Wi-Fi yang bagus.

Alasannya?

Karena biasanya sinyal Wi-Fi dari router ini lebih stabil daripada sinyal dari provider. Di tahun 2016 ini sangatlah mudah mencari Wi-Fi, entah itu gratis ataupun berbayar.

Sebaliknya, jika kamu sedang tidak menggunakan Wi-Fi, atau tidak ada jaringan Wi-Fi sama sekali di tempat kamu, sebaiknya nonaktifkan saja fitur ini.

Sebagai gantinya gunakan saja sambungan data dari provider. Tapi dengan syarat, koneksi data harus dimatikan jika sedang tidak digunakan.

Ini penting.

Jangan biarkan koneksi data ponsel tersambung secara terus menerus saat sedang tidak digunakan. Kecuali jika kamu ingin selalu menerima notifikasi secara real time dari aplikasi sosmed, seperti BBM atau Facebook.

9. Uninstall/Tutup Aplikasi Yang Tidak Dipakai

Seperti yang sudah saya jelaskan pada artikel ini, aplikasi yang tidak sering digunakan atau tidak berguna sama sekali sebaiknya dihapus saja.

Ada kalanya ada aplikasi yang tidak dibuka, tapi masih berjalan di belakang layar. Tentunya hal ini akan membuat daya tahan baterai tidak akan bertahan lama.

Untuk itu, menghapus aplikasi tersebut adalah solusinya. Selain melegakan memori, juga dapat menghemat baterai karena mengurangi kerja ponsel.

Tapi jika kamu ingin menjaga aplikasi tersebut tetap ada di ponsel mu, sebaiknya “Hentikan paksa / Force stop” alias Disable aplikasi tersebut. Dengan begini, aplikasi tersebut tidak akan berjalan di belakang layar walau tidak sedang digunakan.

Selain itu, ada juga beberapa aplikasi yang memang membuat baterai menjadi boros. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh AVG pada bulan Oktober 2015 terhadap 200 juta unit ponsel android, berikut ini adalah beberapa aplikasi yang cepat menguras daya baterai di android:

Daftar Android Boros Baterai

Setelah mengamati gambar diatas, terbukti bahwa aplikasi Facebook adalah aplikasi nomor 1 yang membuat baterai menjadi boros. Di urutan kedua ada aplikasi Google Play Services dan diikuti oleh aplikasi lainnya.

Lalu pada tabel disampingnya ada aplikasi SnapChat yang boros saat pemakaian, diikuti aplikasi Amazon US, Spotify, dan seterusnya.

10. Kurangi Widget

Membuang widget yang tidak digunakan adalah hal yang perlu kamu lakukan untuk menghemat baterai. Selain itu, juga meringankan RAM dan tidak akan membuat ponsel menjadi lemot.

Widget cuaca misalnya, jika kamu memang tidak membutuhkan informasi cuaca, sebaiknya buang widget ini.

Kenapa?

Karena widget ini akan membuat ponsel bekerja secara terus menerus menggunakan koneksi internet untuk mengupdate status cuaca terbaru ke ponsel kamu.

Sama halnya dengan widget yang lain, seperti widget yang tersinkronisasi dan selalu melakukan update. Contohnya Gmail, facebook, twitter, dan sejenisnya. Buang jika kamu memang tidak membutuhkannya.

Caranya tap pada widget atau layar kosong selama 2 detik, lalu masukkan widget yang tidak digunakan ke dalam tong sampah.

Jangan biarkan ponsel kamu penuh dengan aplikasi sampah yang tidak berguna. Jadilah user yang smart.

11. Jangan Streaming

Menurut pengalaman saya dan beberapa teman, melakukan streaming di hp android membuat baterai menjadi boros. Entah itu sreaming video atau musik.

Memang sih, streaming di youtube atau mendengarkan musik di soundcloud itu memang menyenangkan, tapi jangan kaget kalau baterai kamu akan cepat terkuras habis.

Sebaiknya kamu menyimpan data video atau musik tersebut ke memori. Selain menghemat kuota internet, hal ini juga bisa menghemat daya baterai.

12. Install Aplikasi “Penghemat Baterai”

Aplikasi penghemat baterai? Seperti DU Battery atau Greenify? Yups. Aplikasi tersebut yang saya maksud.

Tapi jangan salah sangka dulu, aplikasi tersebut benar-benar tidak akan menghemat baterai android kamu.

Lho, kenapa begitu?

Begini, aplikasi seperti DU Battery, Greenify atau Easy Battery atau sejenisnya itu adalah aplikasi manajemen baterai. Jadi aplikasi tersebut akan menampilkan data terkait penggunaan baterai.

Seperti aplikasi yang memakan daya baterai paling banyak, lalu aplikasi tersebut menyediakan saran atau fitur untuk mengatasinya.

Jadi sekalipun kamu menginstall aplikasi diatas, akan percuma jika kamu tidak melakukan tindakan sama sekali.

Makanya banyak user android yang mengeluh baterai mereka boros walaupun sudah install aplikasi penghemat baterai.

Lalu apakah perlu menginstall aplikasi penghemat baterai walaupun hasil penghematan dayanya tidak signifikan?

Menurut saya tidak masalah jika kamu menginstall aplikasi jenis ini. Selain untuk monitoring penggunaan baterai, kamu juga bisa tau apa yang harus dilakukan jika baterai menjadi boros.

Apalagi aplikasi seperti ini sangat cocok jika kamu bukan user android yang aktif. Seperti jarang membuka sosmed, main game, menonton video, mendengarkan musik, dan lain sebagainya.

Kenapa?

Karena dalam kondisi ponsel jarang digunakan, aplikasi semacam ini akan menutup paksa aplikasi lain yang berjalan di belakang layar, sehingga bisa membantu untuk memperpanjang waktu stanby dan mengurangi pengguraan baterai.

Sebaliknya, kita tidak membutuhkan aplikasi penghemat baterai jika kita adalah user yang sangat aktif menggunakan android.

Apalagi jika kita membutuhkan fitur penuh dari sebuah ponsel Android, maka aplikasi penghemat baterai ini tidak akan bisa melakukan penghematan secara efektif.

Kenapa bisa begitu? Begini..

Aplikasi semacam ini justru akan mengurangi kenyamanan dalam menggunakan android, dan akan mengganggu. Karena aplikasi ini akan menonaktifkan koneksi data serta fitur lain yang mungkin sedang kita butuhkan.

Jadi perlu atau tidaknya menginstall aplikasi penghemat baterai itu tergantung pada diri kalian masing-masing, tergantung kebutuhan kalian.

13. Matikan Bluetooth dan NFC

Jika kamu sedang tidak membutuhkan kedua fitur ini, sebaiknya dinonaktifkan saja. Percuma kan jika bluetooth atau NFC aktif jika kamu tidak menggunakannya.

Mematikan fitur ini jika sedang tidak digunakan adalah langkah yang paling tepat.

14. Hidupkan Airplane Mode / Mode Penerbangan

Saat kamu kesulitan mencari sinyal, atau sinyal sangat lemah sampai-sampai bar notifikasi menunjukkan keadaan darurat, sebaiknya hidupkan Airplane Mode.

Jangan paksa smartphone mu mengambil energi tambahan dari baterai hanya untuk mencari sinyal secara terus. Ini yang membuat baterai menjadi boros.

Cara mengubah ke mode Penerbangan pun sangat mudah. Pergi ke “Setelan / Settings » Jaringan dan Nirkabel“. Lalu centang pada menu Mode Pesawat / Airplane Mode.

Lihat gambar dibawah ini:

Mengaktifkan Airplane Mode

15. Aktifkan Modus Hemat Baterai

Modus Hemat Baterai

Fitur ini hanya tersedia pada OS Android Lollipop dan diatasnya. Mengaktifkan modus ini juga akan menghemat baterai android mu jika dalam keadaan kritis.

Jika presentase baterai dalam konsidi kritis, maka fitur ini akan mengaktifkan mode power saver.

Kemudian power saver tersebut akan menghentikan semua aplikasi yang berjalan dan meredupkan layar. Sehingga daya baterai akan bertahan lebih lama dari biasanya.

Selain ke-15 cara menghemat baterai diatas, saya juga menyarankan agar jangan terlalu sering menghidupkan layar ponsel android kamu jika memang tidak diperlukan.

Nah, setelah membaca ke-15 cara dan tips yang sudah saya bagikan tadi, seharusnya kamu bisa menghemat daya baterai hingga 60%. Saya menjamin cara diatas itu aman dan tidak akan merusak baterai.

Selain ke 15 cara diatas, saya juga akan membagikan beberapa cara untuk merawat baterai ponsel.

Jika 15 cara yang sudah saya bahas di awal tadi berkaitan dengan aktivitas dan kinerja smartphone, maka cara merawat baterai ini sedikit berbeda.

Cara merawat baterai android agar tidak gampang bocor ini berkaitan dengan cara dan kebiasaan kamu memakai smartphone sehari-hari.

Pepatah mengatakan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Jadi saya akan memberikan panduan dan tips merawat baterai yang bisa kamu lakukan sekarang juga.

Tips Merawat Baterai Android

Tips #1
Jangan pernah charge ponsel terlalu lama. Jika presentase baterai sudah mencapai 100%, sebaiknya dicabut agar tidak terjadi overcharge yang bisa menyebabkan baterai android rusak sedikit demi sedikit.

Kebanyakan ponsel keluaran tahun 2015-sampai saat ini sudah dibekali kemampuan untuk memutus aliran listrik secara otomatis saat charge jika baterai sudah penuh. Walaupun begitu, jangan biarkan smartphone terus-menerus dalam keadaan dicas. Hal ini sangat tidak disarankan.

Tips #2
Jangan gunakan ponsel ketika sedang dicas. Selain membuat pengisian baterai menjadi lama, menggunakan ponsel saat sedang dicharge bisa membuat baterai menjadi overheating/panas. Apalagi jika digunakan untuk bermain game saat dicas, haram dilakukan gan!

Tips #3
Saat mengisi baterai, sebaiknya colokkan langsung ke sumber listrik. Jangan mengisi baterai dengan charger Wi-Fi (Wireless charging) atau mengisi baterai menggunakan USB di komputer.

Selain itu, juga jangan terlalu sering menggunakan power bank untuk mengisi baterai. Gunakan power bank jika sudah terdesak dan tidak ada sumber listrik atau saat keadaan mati lampu.

Tips #4
Jangan biarkan baterai kosong melompong alias low-bat. Jangan terlalu sering melakukan hal ini. Jika terjadi terus menerus, maka kesehatan baterai android mu secara fisik akan terus menurun.

Saya menyarankan agar charge baterai saat mencapai dibawah 20%. Biasanya, smartphone selalu mengingatkan jika baterai low-bat, umumnya jika baterai sudah diambang 15%. Jika notifikasi seperti itu muncul, segera cas baterai kamu.

Tips #5
Gunakan charger bawaan smartphone. Charger ori/bawaan selalu satu paket dengan smartphone saat pertama kamu membeli di toko. Selalu cas baterai menggunakan charger bawaan tersebut, jangan gunakan charger milik merk hp lain!

Ini serius gan! Karena charger ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan ponsel dan baterai. Charger bawaan sudah pasti memiliki output daya yang sesuai, jadi sudah pasti tidak akan merusak baterai.

Tips #6
Jaga agar ponsel tetap dingin. Ponsel yang panas akan membuat baterai menjadi cepat habis dan boros daripada saat ponsel dalam keadaan dingin. Walapun kamu tidak sedang mengoperasikan hape, jika ponsel dalam keadaan orverheating/panas (setelah bermain game – misalnya), daya baterai akan cepat terkuras.

Pada temperatur rata-rata 32 derajat Farenheit, baterai tipe Li-Ion akan kehilangan 6% dari kapasitas maksimum per tahun. Jika sudah mencapai 77 derajat, presentase nya meningkat menjadi 20%. Maka dari itu, jagalah agar smartphone tetap dingin, tempatkan di ruangan yang mempunyai suhu rendah.

Tips #7
Usahakan charge baterai smartphone dalam keadaan mati. Charge baterai saat ponsel dalam keadaan hidup membuat waktu pengisian baterai kurang optimal. Maka dari itu, jika baterai sudah low-bat, segera matikan ponsel dan charge baterai sampai penuh.

Kamu Harus Tau:

HP Android Yang Lemot Ternyata Bisa Dipercepat Dengan Cara Ini!

15 Cara dan 7 tips yang sudah saya bagikan diatas bisa langsung kamu praktikkan sekarang juga. Jadi jangan menunggu sampai baterai mu habis baru praktek.

Langsung action aja gan.

Oh ya, jika ada teman mu atau orang lain yang mempunyai masalah baterai android yang boros, tunjukkan saja link artikel ini kepada mereka. Klik tombol share yang ada di halaman ini. Atau bisa copy link artikelnya dibawah ini:

http://androdot.net/cara-menghemat-baterai-android-yang-boros/

Saya yakin mereka akan senang membaca dan mencoba panduan yang sudah saya bagikan dalam artikel ini.

Semoga bermanfaat.

Mungkin Anda juga menyukai

3 Respon

  1. Sofy hidayati berkata:

    Wow..Thanks a lot sharingnya yg sangat kompliiit..

  2. maulana teguhs berkata:

    Ternyata disini toh tempatnya. solusi menghemat batrai yang mungkin dapat dibilang ampuh ini, semoga bermanfaat bagi yang membacanya!

  3. isnanmaulid berkata:

    terimakasih sobat , baterai aku jadi bener² awet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *