Cara Saya Melindungi Android dari Malware dan Virus Agar Aman dalam 7 Langkah Mudah

Karena Android itu Sistem Operasi nya bersifat Open Source, jangan heran jika ponsel android sangat rentan terhadap serangan virus, malware ataupun hacker. Jutaan smartphone android mengalami error, data hilang, pencurian akun dan berbagai masalah lainnya terkait hal ini. Melindungi Android dari Malware seperti ini adalah hal yang wajib dilakukan jika ingin ponsel kamu aman.

Malware, virus, trojan, adware dan sejenisnya sangatlah merugikan pengguna android. Maka dari itu kita harus lebih berhati-hati dalam menggunakan ponsel, termasuk saat penginstalan aplikasi dan browsing di internet.

Menjaga kemanan ponsel android sangatlah penting, karena bisa saja semua data-data pribadi yang kamu simpan bisa dicuri melalui program jahat tersebut. Bagaimana pun juga, terdapat berbagai cara untuk mengatasi dan menghapus semua ancaman malware tersebut.

Saya sering menerima beberapa pertanyaan dari orang-orang (termasuk pembaca di blog ini). Mereka menanyakan tentang bagaimana cara melakukan perlindungan terhadap semua ancaman malware, trojan dan berbagai progam jahat lainnya.

Untuk itu, saya sudah membuatkan panduan ini yang bisa kamu praktikkan secara langsung untuk melindungi android kamu dari virus, malware trojan dan antek-anteknya.

Melindungi Android Dari Malware, Virus dan Trojan

1. Hati-Hati Saat Meng-install Aplikasi

Apakah kamu orang yang suka install aplikasi dari pihak ketiga? Jika iya, maka saya sangat menyarankan untuk lebih berhati-hati.

Karena beberapa vendor pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab terkadang menyisipkan malware ke dalam aplikasi mereka. Parahnya, kamu tidak sadar bahwa malware tersebut sedang aktif dan mencuri data-data, password, akun, dan lain sebagainya.

Secara default, ponsel android kamu sudah disetting untuk menginstall aplikasi hanya dari Play Store saja. Tapi pengaturan tersebut bisa diubah sehingga orang mengubah settingannya agar bisa menginstall aplikasi di luar Play Store.

Google sudah tidak punya kontrol terhadap jutaan aplikasi yang ada di luar Play Store. Jadi kamu harus memahami dan tahu resiko jika menginstall aplikasi dari vendor yang belum punya reputasi. Jika kamu yakin aplikasi yang akan kamu install itu aman, sebaiknya kamu menyelidiki dan mencari informasi mengenai vendor dari aplikasi tersebut.

Jika punya reputasi dan feedback positif, maka lanjutkan. Tapi jika sebaliknya, maka jangan pernah sekali-kali menginstall aplikasi tersebut. Kecuali jika kamu sudah siap menerima semua resiko yang akan terjadi. Menginstall aplikasi dari sumber terpercaya (termasuk Play Store) adalah langkah awal untuk menjaga keamanan android dari berbagai ancaman malware.

2. Aktifkan Fitur Keamanan

Secara default, ponsel android yang kamu miliki sebenarnya sudah dibekali dengan fitur keamanan. Fitur ini berfungsi untuk menfilter aplikasi yang hendak diinstall.

Cara mengaktifkannya cukup mudah. Pergi ke menu “Setelan / Settings » Keamanan / Security » Verifikasi aplikasi / Verify apps” (centang). Selain itu, jangan lupa untuk menghilangkan centang pada “Sumber tidak dikenal / Unknown source“.

Lihat gambar dibawah ini.

Verify Apps

Dengan mengaktifkan fitur ini, maka jika hendak menginstall aplikasi, smartphone akan mendeteksi ancaman dan memperingatkan user untuk tidak menginstall aplikasi tersebut jika terdapat ancaman malware.

3. Selalu Update OS Android

Ponsel android keluaran terbaru biasanya akan mendapatkan update sistem OS ke versi yang lebih mutakhir. Misalnya ponsel Lenovo A6000+ milik saya yang saat ini menggunakan OS KitKat, sudah mendapatkan update OS ke versi 5.0 (Lollipop).

Dengan melakukan update, maka celah keamanan dan bug pada versi sebelumnya akan ditambal dan diperbaiki pada versi terbaru. Selain itu, dengan melakukan update maka smartphone akan mendapat beberapa fitur terbaru yang tidak bisa ditemukan pada versi OS sebelumnya.

Itulah kenapa Google sangat menyarankan agar segera melakukan Update OS untuk menjaga agar ponsel android tetap aman. Berikut ini beberapa tips dari Google untuk melakukan update OS Android.

Periksa update dengan cara masuk ke menu “Setelan » Tentang Ponsel / Tablet » Pembaruan Sistem“. Jika ada update, maka akan muncul notifikasi bahwa versi terbaru telah ditemukan. Contohnya seperti yang terdapat pada Lenovo A6000+ ku dibawah ini.

Upgrade OS Android

Untuk melakukan update, tinggal klik Unduh. Karena ukuran datanya sangat besar, maka jangan lupa untuk menggunakan jaringan Wi-Fi. Selain itu, cadangkan juga semua data-data penting sebelum melakukan update.

Hal ini untuk berjaga-jaga agar jika nantinya update terjadi kegagalan, maka kamu bisa memulihkan data yang hilang.

Jika update gagal karena ruang penyimpanan yang tidak cukup, coba hapus cache dan beberapa aplikasi yang tidak kamu gunakan. Hapus juga file yang tidak penting untuk menghemat ruang memori. Setelah ruang penyimpanan dirasa cukup untuk menampung data, coba lakukan update lagi.

4. Perhatikan Izin Aplikasi (App Permisions)

Salah satu keuntungan jika kamu mengunduh aplikasi ataupun game dari Play Store adalah bisa melihat izin aplikasi yang dibutuhkan sebelum menginstallnya. Seperti gambar di bawah ini.

App Permissions on Google Play

Banyak aplikasi yang membutuhkan bermacam-macam izin untuk mengakses beberapa fitur tertentu di smartphone kamu. Tapi ada beberapa aplikasi nakal yang sebenarnya tidak membutuhkan izin akses ke fitur tertentu.

Misalnya, kita tentu berpikir bahwa tidak ada alasan yang kuat bagi aplikasi kalender untuk membutuhkan akses ke kamera. Atau aplikasi edit foto yang membutuhkan akses ke pesan SMS.

Jika kamu yakin bahwa tidak ada alasan bagi aplikasi tersebut untuk membutuhkan akses tertentu, jangan diinstall. Sangat berbahaya jika ada aplikasi abal-abal yang berisi malware mempunyai hak akses ke beberapa bagian penting di smartphone kamu.

Untungnya, di Android Marshmallow, terdapat pengaturan untuk mengelola izin apa saja yang bisa dilakukan oleh sebuah aplikasi. Berbeda dengan versi Android di bawahnya yang belum bisa mengontrol izin aplikasi.

Cara mengatur App Permissions di Marshmallow bisa kamu temukan di menu “Settings » App » App Permissions“. Atau bisa baca panduan dibawah ini untuk mengatur app permissions di Android M.

Pertama, pergi ke menu Setting kemudian pilih Apps.

Kemudian tap icon setelan yang berada di bagian kanan atas.

Cara Setting App Permissions di Android Marshmallow

Lalu pilih App permissions.

Cara Setting App Permissions di Android Marshmallow

Setelah itu kamu akan menemukan izin aplikasi yang sudah dikelompokkan ke beberapa tipe. Contohnya Calendar, Microphone, Contacts, Camera, dan lain lain. Pilih salah satu tipe permissions nya untuk melihat aplikasi mana yang membutuhkan akses ke fitur tertentu.

Cara Setting App Permissions di Android Marshmallow

Jika kamu menemukan keanehan, tinggal disable saja permission nya, agar aplikasi tersebut tidak bisa mengakses fiturnya. Kamu juga dapat mengubah pengaturan ini di lain waktu jika perlu.

Cara Setting App Permissions di Android Marshmallow

5. Hati-Hati Saat Internetan

Banyak orang yang tak sadar bahwa internet adalah sumber utama dalam penyebaran virus, malware dan trojan. Biasanya malware ini tersebar di situs-situs yang berisi konten ilegall seperti judi, p0rnografi, unduh musik illegal dan sebagainya.

Saya menyarankan agar berhati-hati ketika browsing. Jika kamu menemukan situs mencurigakan yang meminta data pribadi seperti password, PIN dsb, sebaiknya langsung hit back button dan jangan pernah kembali ke situs tersebut.

Selain itu, jika kamu mengunjungi sebuah web lalu terdapat iklan pop-up yang langsung melempar mu ke halaman yang tidak jelas, sebaiknya berhati-hati. Seperti gambar dibawah ini.

Contoh Iklan Malware

Saat saya sedang browsing ke beberapa blog, saya mendapati iklan pop-up dan dilempar ke halaman iklan yang menyesatkan. Disitu tertulis bahwa ponsel/baterai saya terkena virus!

Saya hanya tertawa melihat iklan ini. Karena sudah yakin kalau ponsel saya bersih dari virus, maka saya abaikan iklan tersebut, terlebih iklan tersebut menyuruh saya untuk menginstall aplikasi tertentu yang notabene tidak berhubungan dengan security!

Beda lagi dengan iklan aneh dibawah ini.

Contoh Iklan Malware

Seperti sebelumnya, saya terlempar oleh iklan pop-up dan diarahkan ke halaman iklan. Disitu tertera bahwa saya mendapatkan kupon untuk belanja di salah satu web e-commerce.

Entah kuponnya benar atau tidak, yang jelas iklan tersebut menyuruh saya untuk mengunduh aplikasi buatan e-commerce tersebut. Karena tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan, maka saya abaikan iklan tersebut.

Saran dari saya, jika kamu sedang browsing dan tiba-tiba diarahkan ke situs mencurigakan (seperti contoh diatas), sebaiknya abaikan saja, atau langsung tutup browser kamu jika perlu. Kamu juga dapat menggunakan browser Ad-Block untuk agar saat browsing tidak muncul iklan-iklan aneh.

6. Hati-Hati Saat Memakai Wi-Fi

Smartphone adalah perangkat yang bisa dibawa ke mana saja. Ke kafe, warteg, tempat umum, ke manapun! Biasanya tempat-tempat seperti hotel, kafe, warung makan, warnet, dan sebagainya sudah menyediakan akses Wi-Fi gratis yang bisa kamu nikmati.

Tapi tetaplah berhati-hati. Gratis sih gratis, tapi jangan mudah terjebak, karena bisa saja seseorang mencuri data-data penting melalui sambungan Wi-Fi ini. Tipe informasi yang biasanya dicuri adalah username dan password yang digunakan untuk login.

Berikut ini beberapa tips agar tetap aman ketika terhubung ke jaringan Wi-Fi di tempat umum.

  1. Jangan menerima sertifikat yang tidak valid.
  2. Gunakan VPN. Karena VPN mampu untuk melakukan enkripsi data sebelum dikirim ke server, selain itu VPN juga melindungi privasi dan koneksi kamu.

Untuk android, aplikasi VPN sudah banyak bertebaran di Play Store. Salah satu aplikasi VPN yang terbaik menurut pengalaman saya adalah Rocket VPN. Berikut ini beberapa review dari saya setelah menggunakan Rocket VPN.

Rocket VPN

Keuntungan yang bisa kamu dapatkan jika menggunakan Rocket VPN:

  • Bisa membuka web yang diblokir.
  • Menjaga dan melindungi identitas/privasi
  • Browsing internet dengan aman secara anonymous.

Cara Kerja Rocket VPN

Saat saya membuka Rocket VPN, aplikasi ini meminta akses ke fitur lokasi. Kemudian Rocket VPN meminta saya untuk memilih salah satu server mereka. Kamu bisa memilih server apa saja yang ada dalam list.

Tapi biasanya aplikasi ini menyarankan untuk menggunakan lokasi server terdekat. Karena saya tinggal di Indonesia, maka saya memilih server Singapore. Kemudian pilih Connect. Tunggu beberapa saat, maka kamu sudah tersambung ke jaringan yang aman.

Review Rocket VPN for Android

Untuk menggunakan aplikasi ini pun cukup mudah. Tinggal install, buka lalu ikuti petunjuk yang ada. Kurang dari 60 detik, kamu bisa langsung menggunakan Rocket VPN.

7. Pasang Aplikasi Antivirus / Anti Malware

Sesuai dengan fungsinya, aplikasi jenis ini dirancang untuk mencegah dan mendeteksi adanya malware dan virus yang bersarang di smartphone kita. Di Play Store sendiri banyak aplikasi antivirus yang bertebaran.

Tapi tidak semua aplikasi tersebut cukup ampuh untuk menangkal malware. Menurut pengalaman saya, aplikasi yang ampuh untuk mengatasi malware yang bandel adalah ESET Mobile Security & Antivirus.

Aplikasi ini memiliki reputasi yang bagus, dan banyak feedback positif. Sebagai fitur utama, ESET mempunyai kemampuan untuk men-scan virus dan malware dengan database yang up-to-date dan tampilan yang user-friendly.

Berdasarkan test terbaru oleh AV-TEST pada Maret 2016, ESET Mobile Security & Antivirus mampu mendeteksi 99.9% virus dan malware terbaru dan mampu meraih skor 6 dari 6.

ESET Mobile test by AV-TEST.org

Setelah menginstall dan mendaftarkan akun, fitur Anti-Virus yang dimiliki ESET menawarkan saya untuk men-scan smartphone secara periodik:

  • Dalam waktu tertentu, ketika smartphone sedang tidak digunakan.
  • Ketika saya mengecas baterai smartphone.

Selain itu, ESET memiliki 3 level dalam scanning virus/malware, yakni: Quick Scan, Smart Scan dan Deep Scan. Pilih mana yang paling cocok. Kalau saya pribadi lebih memilih Deep Scan karena akan men-scan secara menyeluruh dan mendalam, walaupun membutuhkan waktu yang agak lama dibanding Quick Scan dan Smart Scan, tapi hasilnya memuaskan.

ESET juga mempunyai kemampuan untuk mendeteksi malware secara real-time pada aplikasi yang diinstall, dan memberikan peringatan jika aplikasi tersebut terdeteksi mengandung malware. Selain untuk mencegah adanya virus dan malware, aplikasi ini juga mempunyai fitur:

  • Anti-Theft (jika smartphone hilang, gunakan fitur ini)
  • Anti-Phising (melindungi dari ancaman phising yang berusaha mencuri password dan data banking)
  • SIM Guard (otomatis mengunci smartphone jika ada SIM Card baru yang dimasukkan. Untuk membuka kuncinya tinggal memasukkan password yang sudah dibuat sebelumnya.)
  • SMS & Call Filter (memblokir SMS dan panggilan yang tidak diinginkan)
  • Scheduled Scans
  • Threat Database Auto-Update
  • Security Audit

Sayangnya, untuk menikmati beberapa fitur diatas membutuhkan lisensi, sehingga kamu harus membeli lisensi aplikasi ini agar bisa menggunakan fitur premium. Harga lisensinya tidak terlalu mahal, hanya Rp 179.030 per 1 tahun.

Jika kamu ingin memilih aplikasi antivirus selain ESET, kamu bisa mencoba beberapa aplikasi keamanan terbaik menurut Digital Trends dibawah ini:

  1. 360 Security (Free)
  2. Avast! Mobile Security
  3. Avira Antivirus Security
  4. AVL
  5. Sophos Free Antivirus and Security
  6. Trend Micro Mobile Security & Antivirus

Berdasarkan test oleh AV-TEST pada bulan Maret 2016, semua aplikasi keamanan diatas memperoleh skor 100. Jadi bisa kamu andalkan untuk melindungi smartphone dari virus dan malware.

Kamu Harus Tau:

HP Android Hilang? Jangan Panik! Segera Lacak Dengan 4 Teknik Ini Sekarang Juga!

Nah, itulah 7 tips dan panduan untuk mengamankan dan melindungi smartphone dari serangan virus dan malware. Dengan melakukan tips diatas, saya yakin ancaman malware pada ponsel kamu bisa hilang dan dapat dicegah sedini mungkin.

Jika ada pertanyaan, komentar atau masalah, silahkan berkomentar.

loading...

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *