Cara Menghitung Biaya Listrik Harian dan Bulanan

Kamu pasti sering penasaran berapa sih biaya listrik yang kamu keluarkan setiap hari atau setiap bulan.

Apalagi kalau kamu suka pakai AC, kipas angin, TV, komputer, atau alat elektronik lainnya yang boros listrik.

Nah, dalam artikel ini, saya akan kasih tau cara mudah untuk menghitung biaya listrik harian dan bulanan. Mari kita simak penjelasannya berikut ini!

Cara Hitung Biaya Listrik Harian & Bulanan

Cara Menghitung Biaya Listrik Harian dan Bulanan
Meteran Listrik

Seperti yang saya lansir dari mcblistrik.com, berikut ini cara perhitungan listrik harian dan bulanan yang benar.

Langkah 1: Cek Tarif Listrik

Sebelum menghitung biaya listrik, kamu perlu tahu dulu berapa tarif listrik yang berlaku untuk rumah kamu.

Tarif listrik ini bisa kamu cek di tagihan listrik kamu, atau di website resmi PLN. Tarif listrik ini biasanya berbeda-beda tergantung pada golongan pelanggan, daya listrik, dan wilayah.

Misalnya, untuk golongan pelanggan rumah tangga dengan daya listrik 900 VA di wilayah Jawa-Bali, tarif listriknya adalah Rp 1.352 per kWh. Artinya, setiap kamu menggunakan listrik sebesar 1 kWh, kamu harus membayar Rp 1.352.

Langkah 2: Cek Daya Listrik Alat Elektronik

Setelah tahu tarif listrik, kamu perlu tahu juga berapa daya listrik yang digunakan oleh alat elektronik yang kamu pakai.

Daya listrik ini biasanya tertera di label atau stiker yang menempel di alat elektronik tersebut. Daya listrik ini diukur dalam satuan watt (W) atau kilowatt (kW).

Misalnya, AC yang kamu pakai memiliki daya listrik 1.000 W atau 1 kW. Artinya, setiap jam AC kamu menggunakan listrik sebesar 1 kWh.

Langkah 3: Cek Lama Penggunaan Alat Elektronik

Selanjutnya, kamu perlu tahu berapa lama kamu menggunakan alat elektronik yang kamu pakai. Lama penggunaan ini diukur dalam satuan jam (h).

Misalnya, kamu biasa menggunakan AC selama 8 jam setiap hari. Artinya, setiap hari AC kamu menggunakan listrik sebesar 8 kWh.

Langkah 4: Hitung Biaya Listrik Harian

Setelah tahu tarif listrik, daya listrik, dan lama penggunaan, kamu sudah bisa menghitung biaya listrik harian kamu. Caranya adalah dengan mengalikan ketiga nilai tersebut. Rumusnya adalah:

Biaya listrik harian = Tarif listrik x Daya listrik x Lama penggunaan

Misalnya, untuk AC yang kamu pakai, biaya listrik harian kamu adalah:

Biaya listrik harian = Rp 1.352 x 1 kWh x 8 h = Rp 10.816

Artinya, setiap hari kamu harus membayar Rp 10.816 untuk AC kamu.

Langkah 5: Hitung Biaya Listrik Bulanan

Untuk menghitung biaya listrik bulanan kamu, kamu tinggal mengalikan biaya listrik harian kamu dengan jumlah hari dalam sebulan. Rumusnya adalah:

Biaya listrik bulanan = Biaya listrik harian x Jumlah hari

Misalnya, untuk AC yang kamu pakai, biaya listrik bulanan kamu adalah:

Biaya listrik bulanan = Rp 10.816 x 30 = Rp 324.480

Artinya, setiap bulan kamu harus membayar Rp 324.480 untuk AC kamu.

Gimana? Caranya gampang kan?

Nah begitulah cara menghitung biaya listrik PLN harian dan bulanan. Semoga bermanfaat.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *